|
|
|
Maag
Penyakit maag adalah penyakit lambung atau kantung
nasi. Penyakit lambung sendiri lebih
dari satu:
Penyakit lambung berkaitan erat dengan stres dan menyerang
orang yang mudah stress, mudah tersinggung dan gampang emosi.
Pada saat emosi maka tubuh akan menambah asam lambung. Bila asam lambung berlebih bisa melukai
selaput lendir lambung dan menyebabkan lambung meradang.
Gastritis atau radang lambung bisa disebabkan oleh stres,
keracunan makanan, bahan kimia yang terdapat pada makanan/obat, alkohol,
tumpahan empedu dan yang paling parah adalah karena salah minum obat.
Luka tukak menyebabkan maag yang biasanya hilang-kambuh dan
umumnya diderita menahun. Harus waspada
bila tukak tidak kunjung mereda sehingga pemeriksaan teropong endoscopy perlu
diulang. Bila setelah pengobatan lebih
dari 3 minggu ukurannya tidak berkurang maka cenderung terjadi keganasan
lambung. Semakin dalam dan semakin
lebar kawah luka tukak maka semakin lama dan semakin sulit untuk bisa
ditangani. Selain menggunakan obat maag
juga diberikan antibiotik untuk mengatasi luka pada tukak.
Semua obat penghilang rasa nyeri dan obat encok umumnya
melukai lambung, makanya tidak heran bila orang yang sering mengkonsumsi obat
jenis aspirin sering kita temukan radang/infeksi lambung.
Pada banyak kasus
juga maag diperparah bila mengkonsumsi makanan pedas, asam, tertusuk duri ikan
atau terkena serpihan tulang.
Keluahan sakit maag umumnya adalah rasa tidak enak di ulu
hati, mual, ingin muntah hingga rasa panas seperti terbakar, nyeri kepala,
diare, kembung, nafsu makan menurun, lemas, keringat dingan bahkan hingga
pingsan.
Hati-hati dalam memilih dan mengkonsumsi obat maag karena
penyakit maag disebabkan oleh beberapa penyebab yang berbeda dan masing-masing
memerlukan perawatan yang berbeda pula. Salah mengkonsumsi obat bisa memperburuk kondisi penderita. Obat maag yang banyak beredar dan mudah
dicari adalah jenis antacidum yang bekerja untuk menghambat pengeluaran asam
lambung.
Pengobatan maag membutuhkan waktu yang panjang bisa sampai
bertahun-tahun, dan belum tentu sembuh, malah pada kasus penderita yang
diharuskan mengkonsumsi obat terus menerus ditemukan kerusakan fungsi organ
tubuh lainnnya biasanya ginjal.
Semua obat maag, yang paling ringan sekalipun, memiliki
efek samping. Obat maag warungan tidak
boleh diberikan bila baru terjadi perdarahan lambung.
Banyak penderita yang merasa lebih enak selama
berpuasa. Untuk maag yang disebabkan
oleh faktor pikiran dan emosi, berpuasa akan membuat stree dan emosi mengendur.
Emosi mengendur maka asam lambung berkurang. Jika asam lambung berkurang maka maag terasa mereda.
Namun jika maag malah terasa bertambah parah dengan
berpuasa, berarti maag bukan disebabkan
oleh emosi dan pikiran dan bukan karena radang saja melainkan memang karena
organ lambung yang sudah rusak, besar kemungkinan karena ada luka. Bila berpuasa dilanjutkan bisa menambah
buruk penyakit maagnya.
Walaupun sakit maag sudah berkurang atau hilang belum
menjamin bahwa maag sudah sembuh. Dalam
hal ini diperlukan teropong endoscopy untuk memastikan. Berhenti minum obat sebelum maag benar-benar
sembuh juga berbahaya bagi penderita karena malah akan menyebabkan maag seumur
hidup. Hanya minum obat saat terasa
sakit saja juga tidak akan bisa menyembuhkan. Hal lain yang mencetuskan kambuhnya maag adalah telat makan, salah
makan, kurang makan dan stres.
Kambuhnya maag ditandai dengan gejala mual, malas makan,
lekas lelah, nyeri kepala, keringat dingin, bila makan malah diare. Itu sebabnya penderita maag sering memilih
tidak makan. Dengan tidak makan akan
memperparah maag dan akan semakin berat keluhannya hingga akhirnya lambung
jebol.
Penderita maag harus diet ketat dengan cara menghindari:
Penderita harus rutin minum obat, selain itu harus makan
teratur dan tepat waktu. Pola makannya
sedikit-sedikit tapi harus lebih sering. Porsi makan harus lebih sedikit tapi antara waktu makan diselingi
cemilan, sebaiknya biskuit karena mengandung tepung, susu dan gula. Porsi makan yang berlebih malah mengganggu
lambung dan membuat lambung meronta.
Maag yang sudah ada kumannya bisa menular. Biasanya penularan terjadi dari orang tua ke
anak pada saat menyuapi anak makan (biasanya memberi makan dengan ditiup-tiup
dulu karena panas) karena pada saat itu kuman dari dalam lambung bisa terbawa
ke dalam makanan. Cara lainnya adalah
dari alat makan yang dipakai bersama.
Tukak atau luka pada lambung yang dibiarkan tanpa
pengobatan akan semakin parah dan akhirnya akan jebol yang berarti lambung
menjadi bolong dimana diperlukan penanganan darurat pembedahan. Sebelumnya ditandai dengan perdarahan
lambung yang bisa berakibat muntah keluar darah dimana warna darahnya seperti
kopi karena sudah tercampur dengan asam lambung atau bisa juga terlihat dari
tinja yang hitam seperti ter yang berarti awal terjadinya perdarahan lambung
yang lebih hebat.
|
|
Questions or problems regarding this web site
should be directed to danilenium@gmail.com
|